Antara Kehendak Allah dan Usaha Kita

muslimah doa_1Memang benar adanya apapun yang terjadi dimuka bumi, alam semesta adalah kehendak Allah. Tapi pada beberapa hal2 tertentu kita tidak bisa berhenti disitu saja, timbul sebuah pertanyaan, kenapa….???. Mari kita telusuri lebih jauh, melihat dari beberapa sisi yang berada dalam jangkauan tangan kita. Ada sebab-sebab manusiawi juga disana. Ada sumbangsih peran manusia atas kejadian yang menjadi kehendak Allah.

Sebagai contoh, Banjir Adalah kehendak Allah yang menurunkan hujan sebagai salah satu tanda kasih sayangNya. Tapi kalau sampai jadi banjir? Memang kehendak Allah juga, tapi sebagai manusia kita perlu juga untuk evaluasi. Jangan-jangan banjir ini terjadi karena salah mengelola bumi yang diamanahkan Allah. Terlalu sering buang sampah sembarangan, terlalu banyak bangunan hingga tidak menyisakan daerah resapan air, dan sebagainya.

Ada contoh lagi tentang cerita dari Seseorang kita sebut saja namanya si MIN yang dahulunya memiliki ketaatan luar biasa kepada Allah, sampai pada suatu waktu dia melenceng dari jalan, lalu seseorang bertanya kepada si MIN, “kenapa engkau berubah wahai sahabatku, engkau tidak seperti dulu yang kukenal”. “Dahulu engkau mengajarkan kepada kami tentang ketakwaan, keimanan, ketaatan, dan ibadah-ibadah lainnya”. Si MIN berkata “Hidup sudah diatur oleh Allah, aku begini karena kehendak dari Allah, bukan atas kehendakku, karena perjalanan hidup seseorang sudah diatur oleh Allah”. Maka dengan seketika sahabat tersebut menampar pipi Si Min dan si Min bertanya “Kenapa engkau memukulku” sahabat menjawab dengan tenang “Loh ini kehendak Allah bukan kehendak saya, jangan salahi saya donk”.

Dari cerita ini kita yang terlahir sebagai makhluk Allah yang diberikan kesempurnaan berupa akal dapat memilah dan memilih mana yang benar.Jawabannya ada di diri kita masing-masing. Apapun pilihannya berpulang lagi kepada kita masing-masing

Ada lagi cerita tentang seorang siswa yang besok ujian nasional tanpa belajar. Ketika ditanya kenapa tidak belajar? Jawabnya, “kan saya udah berdo’a”. Padahal, takdir Allah itu ada sebabnya juga. Kalau Allah menakdirkan seseorang lulus ujian misalnya, apa orang itu cuma diam dan tanpa usaha? Sewajarnya pasti ada usahanya, belajar, ikut ujian, dan sebagainya.

Jadi… memang ada hal-hal yang berpulang pada kita, pada pilihan-pilihan kita. Dan kita bertanggung jawab atas pilihan-pilihan dan perbuatan kita selama di dunia, tidak bisa berlindung di balik alasan, “ini kan kehendak Allah”.

Namun tetap saja, segala usaha kita juga tidak akan menampakkan hasilnya kalau Allah tidak menghendaki. Jadi kedua hal ini, kehendak Allah/sebab-sebab dari Allah (rabbul asbab) dan usaha kita sebagai manusia (kausalitas/taathil asbab), rasanya memang harus kita tempatkan secara proporsional, tanpa menafikkan salah satunya.

Mohon maaf atas segala kekurangannya, segala kebenaran mutlak adalah milik Allah, dan salah adalah milik saya sebagai makhluk biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: